Friday, July 19, 2013

Koordinasi Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air

Undang-Undang Sumber Daya Air (Pasal 85 dan Pasal 86) mengamanatkan bahwa pengelolaan sumber daya air mencakup kepentingan lintas sektoral dan lintas wilayah yang memerlukan keterpaduan tindak untuk menjaga kelangsungan fungsi dan manfaat air dan sumber air. Pengelolaan itu harus dilakukan melalui koordinasi dengan mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor, wilayah, dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air, sumber daya lahan, dan sumber daya lainnya.Wadah koordinasi yang harus disiapkan adalah wadah yang menyediakan akses bagi semua stakeholder, khususnya primary stakeholder. Wadah tersebut harus mampu menyediakan dan memberikan informasi seluas-luasnya kepada yang memerlukan. Wadah tersebut harus mampu melaksanakan amanat...

Keterpaduan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air

Azas dasar pengelolaan sumber daya air adalah : azas kelestarian, keseimbangan, kemanfaatan umum, keterpaduan dan keserasian, keadilan, kemandirian, serta transparansi dan akuntabilitas. Atas dasar azas tersebut maka sumber daya air yang mempunyai fungsi sosial, lingkungan hidup, dan sosial tersebut harus dikelola secara menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan, karena tujuan dari pengelolaan sumber daya air adalah mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.Pola pengelolaan sumber daya air disusun berdasarkan WS dengan prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah serta prinsip keseimbangan antara upaya konservasi dan pendayagunaan sumber daya air. Proses penyusunannya harus...

Wednesday, January 30, 2013

Usaha Penanggulangan Sedimen

Untuk menanggulangi masalah sedimen, maka terlebih dahulu harus mengetahui penyebab terjadinya sedimen tersebut. Sasaran penanggulangan sedimen ini dapat digolongkan ke dalam bagian, yaitu:A. Menanggulangi terjadinya erosi permukaan.Usaha untuk menanggulangi terjadinya erosi permukaan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :1) Cara vegetasi atau bioteknikCara vegetasi adalah mencegah kerusakan dan memperbaiki vegetasi penutup permukaan lahan, sehingga dapat mengurangi terjedinya erosi.Usaha yang dilakukan dalam penanggulangan erosi dengan cara vegetasi adalah sebagai berikut : Usaha penghijauan lahan (reboisasi). Pembuatan penghalang sedimen dari vegetasi, pembuatan pagar hidup dan gebalan rumput. Mencegah terjadinya kebakaran hutan, yang...

Tuesday, January 29, 2013

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Erosi dan Sedimentasi

Secara umum erosi, dan juga sedimentasi, merupakan fungsi dari iklim, topografi, vegetasi, tanah, dan aktivitas manusia. Pengaruh masing-masing terhadap erosi dan sedimentasi, antara lain sebagai berikut :1. IklimSalah satu unsur iklim terpenting yang sangat berpengaruh pada erosi dan sedimentasi adalah hujan. Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama akan menimbulkan gaya hunjam yang merupakan energi kinetik yang besar. Kemampuan energi kinetik hujan yang menyebabkan erosi disebut erosivitas hujan. Indeks erosivitas hujan (R) yang berkorelasi erat dengan erosi adalah 30. 2. TopografiUnsur-unsur topografi yang mempengaruhi erosi adalah panjang dan kemiringan lereng. Semakin panjang lereng semakin besar volume air terakumulasi dan melintas...

Friday, January 25, 2013

Contoh Hirarki Penyusunan Konservasi DAS

Tujuan konservasi sumber daya air adalah menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung, daya tampung, dan fungsi sumber daya air yang dilakukan melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air, pengawetan air, serta pengelolaan kualitas air, dan pengendalian pencemaran air dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air yang ditetapkan pada setiap WS. Tujuan perlindungan dan pelestarian sumber air adalah melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannya terhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan oleh daya alam, termasuk kekeringan dan yang disebabkan oleh tindakan manusia. Perlindungan dan pelestarian sumber air dilakukan melalui :  Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan...

Thursday, January 24, 2013

Sediment Delivery Ratio dan Sediment Transmission Losses

 Sedimen adalah kandungan organik hasil erosi yang terbawa oleh gerakan air pada suatu keadaan tempat serta waktu tertentu akan dapat mengendap. Jenis sedimen dapat dibedakan menjadi :1. Berdasarkan tempat asalnya, terdiri dari :a) Sedimen vulkanik, adalah sedimen yang berasal dari letusan gunung berapi yang terangkut oleh aliran air dan masuk ke sungai. b) Sedimen yang berasal dari daerah aliran sungai (DAS) adalah sedimen yang berasal dari hasil erosi air hujan yang terjadi dalam suatu daerah aliran sungai dan oleh aliran permukaan (surface run off) kemudian terbawa masuk ke sungai dan tercampur dengan material yang berasal dari sungai itu sendiri.c) Sedimen yang berasal dari alur sungai adalah sedimen yang berasal dari hasil erosi,...

6 Jenis Tanah Longsor

Berikut akan dijelaskan 6 hal jenis tanah longsor yang sering terjadi di wilayah indonesia 1.  Longsoran translasiLongsoran translasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai. Jenis longsoran ini paling banyak terjadi di Indonesia.2. Longsoran rotasiLongsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung. Jenis longsoran ini juga banyak terjadi di Indonesia.3. Pergerakan blokPergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu.4.    Runtuhan batuRuntuhan batu terjadi ketika sejumlah besar batuan atau material lain bergerak...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More